Just Cause 2
Dari tangan kreatif Avalanche Studios, lahirlah Just Cause 2 — sebuah game Aksi, Petualangan yang diterbitkan oleh Square Enix dan dirilis pada 23 Mar, 2010.
Dalam hal mekanisme bermain, Dive into an adrenaline-fuelled free-roaming adventure. As agent Rico Rodriguez, your orders are to find and kill your friend and mentor who has disappeared on the island paradise of Panau. There, you must cause maximum chaos by land, sea and air to shift the balance of power. With the unique grapple and parachute combo, BASE jump, hijack and create your own high-speed stunts. With 400 square miles of rugged terrain and hundreds of weapons and vehicles, Just Cause 2 defies gravity and belief. UNIQUE VERTICAL GAMEPLAY – Take to the air like no… Game ini meraih skor Metacritic sebesar 84.
Game ini dibanderol dengan harga S$1.49. Sumber: Steam — https://store.steampowered.com/app/8190/
Dalam Just Cause 2, kita mengikuti petualangan Rico Rodriguez, agen rahasia yang dikirim ke pulau Panau untuk menggulingkan rezim diktator. Ceritanya penuh aksi dengan ledakan, tembak-menembak, dan kejar-kejaran yang spektakuler. Namun, jangan terkecoh dengan keseruan visualnya. Game ini jelas tidak cocok untuk anak-anak. Saya sarankan untuk usia 17 tahun ke atas, karena kekerasan dan temanya yang dewasa. Pesan positif yang bisa diambil sebenarnya minim, lebih ke soal keberanian menghadapi musuh, tapi cara penyampaiannya terlalu brutal. Yang perlu orang tua waspadai adalah adegan kekerasan grafis, di mana Rico bisa membunuh puluhan orang dengan berbagai senjata, termasuk ledakan yang menghancurkan properti. Ada juga penggunaan alkohol dan rokok yang muncul di beberapa adegan, serta dialog dengan bahasa kasar yang cukup sering. Untungnya, tidak ada adegan seksual, dan keberagaman karakter cukup terwakili dengan latar Asia Tenggara. Namun, secara keseluruhan, game ini tidak memberikan nilai edukatif yang berarti untuk anak-anak. Saya tidak merekomendasikan untuk di bawah 17 tahun, karena risiko exposure terhadap kekerasan dan bahasa tidak pantas terlalu tinggi. Kalau untuk remaja dewasa yang sudah paham batasan, mungkin masih oke, tapi tetap perlu pendampingan.




