Sutradara Divine Sung mencatat debut mengesankan melalui film panjang pertamanya, “Summer’s Camera”. Film ini menyelami persimpangan halus antara romansa remaja dan kedukaan keluarga akibat kehilangan. Alih-alih menyajikan drama yang berat, film ini mendekati kompleksitas hubungan manusia dengan sudut pandang yang lebih lembut, menyoroti bagaimana kenangan masa lalu dapat memicu kesedihan sekaligus menjadi katalis bagi pertumbuhan seseorang.
Kisah ini berpusat pada Summer (Kim Si-a), seorang siswa tahun pertama SMA yang berhenti memotret setelah ayahnya meninggal dunia. Meski selalu membawa kamera film lama mendiang ayahnya, ia tak pernah sanggup menghabiskan empat sisa jepretan di dalamnya. Namun, dunianya yang beku mulai mencair ketika ia bertemu dengan Yeon-woo (Yu Ga-eun), bintang tim sepak bola sekolah, yang membuatnya kembali bersemangat mengangkat kamera. Di tengah perjalanannya, Summer menemukan foto-foto lama seorang pria bernama Maru (Kwak Min-gyu) dan mengungkap rahasia kelam bahwa ayahnya memiliki kekasih pria semasa SMA.
Kekuatan utama “Summer’s Camera” terletak pada struktur cerita paralelnya yang menghibur, di mana perasaan Summer terhadap Yeon-woo seolah mencerminkan romansa masa lalu antara ayahnya dan Maru. Film ini menampilkan cinta anak muda lintas generasi dengan sentuhan sinematik yang lembut. Meskipun premis tentang seorang ayah berkeluarga yang menyembunyikan masa lalu bisa terasa berat atau kontroversial, sang sutradara berhasil mengemasnya dengan sangat apik, memberikan ruang bagi karakter utama untuk berteman dengan masa lalu ayahnya tanpa melukai ibunya yang masih berduka.
Sumber: The Korea Times