Sutradara Lee Yu-jin Dobrak Stereotip Lewat Film Komedi Queer ‘Manok’

Dalam lanskap perfilman Korea, sangat jarang ditemukan sosok wanita queer paruh baya sebagai pemeran utama, terlebih lagi dalam balutan komedi politik yang berlatar di sebuah desa yang sepi. Namun, sutradara Lee Yu-jin memutuskan untuk mendobrak batasan tersebut melalui film terbarunya yang bertajuk “Manok”. Alih-alih menampilkan pahlawan yang sempurna, Lee lebih memilih untuk mengeksplorasi karakter yang tidak biasa, yang ia sebut sebagai pahlawan tak sempurna, dalam upayanya mengejar akhir cerita bahagia yang mungkin terasa berlebihan bagi sebagian orang.

Karakter utama bernama Manok diciptakan dari keinginan sederhana sang sutradara untuk menyuguhkan komedi queer yang berakhir bahagia. Alih-alih mengangkat kisah cinta pertama atau krisis identitas yang kerap menjadi fokus utama pada karakter queer muda, Lee justru lebih tertarik pada sosok yang telah lama menjalani hidup dengan identitas tersebut dan kini harus menghadapi berbagai tantangan hidup lainnya. Lee juga secara sengaja menghindari jebakan karakter minoritas ideal, dengan menampilkan sosok Manok yang pada awalnya mungkin terlihat tidak disukai atau kuno, untuk kemudian mengajak penonton perlahan-lahan memahami dan mendukungnya tanpa menuntut kesempurnaan.

Pilihan latar tempat cerita pun terbilang unik. Alih-alih berpusat di ingar-bingar kota Seoul, kisah ini berawal ketika Manok, seorang mantan pemilik bar di ibu kota, memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya yang konservatif di sebuah desa fiktif bernama Iban-ri setelah kematian sang ibu. Sang sutradara mengungkapkan bahwa ia memang secara khusus menginginkan latar pedesaan untuk film ini, di mana sang protagonis harus kembali ke kampung halaman yang dulu dirasa tidak aman baginya, namun kali ini ia hadir untuk membawa angin segar dan memicu perubahan di tempat tersebut.

Sumber: The Korea Times

About Writer

digitalMamaID menghadirkan Screen Score sebagai wadah bagi orang tua untuk mereview konten digital anak. Ulasan dan penilaian ini akan menjadi panduan yang berharga bagi orangtua lainnya dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Artikel Terpopuler