Voicemails for Isabelle

Voicemails for Isabelle

Voicemails for Isabelle

Genre: Romantic Comedy Drama (Rom-com dengan elemen drama emosional)

Sutradara & Penulis: Leah McKendrick

Pemain Utama:

  • Zoey Deutch sebagai Jill Shaw
  • Nick Robinson sebagai Wes
  • Ciara Bravo sebagai Isabelle Shaw
  • Nick Offerman sebagai Chef Bastien
  • Lukas Gage sebagai Arthur

Durasi: 118 menit

Rilis: 19 Juni 2026 di Netflix

Rating: TV-14

streamingmovienight.com

Sinopsis (Tanpa Spoiler Berat)

Jill adalah seorang pastry chef muda yang energik dan penuh cerita di San Francisco. Ia sangat dekat dengan adik perempuannya, Isabelle, yang menderita cystic fibrosis. Setiap hari Jill menelepon atau meninggalkan voicemail panjang untuk Isabelle, menceritakan segala hal tentang hidupnya yang chaotic — mulai dari bos yang menyebalkan, pengalaman dating yang kocak dan gagal, hingga mimpi besarnya menjadi baker yang sukses.Setelah Isabelle meninggal, Jill terus meninggalkan voicemail di nomor adiknya sebagai cara untuk mengatasi duka. Tanpa sepengetahuannya, nomor tersebut sudah dialihkan ke Wes, seorang agen real estate baik hati di Austin, Texas. Wes mulai mendengarkan voicemail-voicemail pribadi dan jujur dari Jill, lalu perlahan jatuh cinta pada wanita yang belum pernah ia temui.Film ini menggabungkan humor romantis, kedalaman emosional tentang duka cita, dan kisah cinta yang unik serta manis.

Deskripsi Lengkap & Ringkasan Plot

Film ini dibagi menjadi dua “cinta” utama:

  1. Cinta antara dua saudara perempuan
    Jill dan Isabelle punya ikatan yang sangat kuat. Jill hidup “untuk berdua” — ia menjalani hidup penuh warna dan cerita agar Isabelle yang sakit-sakitan bisa ikut merasakannya. Bagian awal film sangat menyentuh dan emosional.
  2. Cinta yang muncul dari voicemail
    Setelah Isabelle meninggal, Jill terus “berbicara” dengan adiknya melalui voicemail. Wes (penerima nomor secara tidak sengaja) menjadi pendengar setia. Ia mengikuti kehidupan Jill dari jauh: dating horror stories-nya, masalah di tempat kerja dengan Chef Bastien yang abusive, dan mimpinya membuka food truck dessert taco.

Wes akhirnya memutuskan untuk bertemu Jill secara langsung. Dari sini cerita berkembang menjadi romansa yang lucu, awkward, dan penuh chemistry. Ada momen-momen romantis di San Francisco, konflik karena “rahasia” Wes yang mendengarkan voicemail, dan perjalanan Jill dalam menyembuhkan duka citanya.Film berakhir dengan nuansa bittersweet yang hangat — tentang menerima kehilangan sambil tetap melanjutkan hidup dan membuka hati untuk orang baru.Tema utama:

  • Duka cita & penyembuhan
  • Ikatan saudara perempuan
  • Cinta yang lahir dari cara yang tidak biasa
  • Mengejar mimpi meski sedang berduka

Kecocokan dengan Anak / Remaja

Kesimpulan singkat:

Tidak cocok untuk anak di bawah 15 tahun. Direkomendasikan untuk remaja 15+ dan dewasa.Alasan detail (berdasarkan Common Sense Media & Plugged In):

Aspek Tingkat Penjelasan
Seks & Romansa Sedang–Tinggi Beberapa adegan intim & sexually charged (meski tidak full nudity). Jill dan Wes aktif secara seksual sebelum bertemu. Ada referensi seks, sex toys, BDSM (satu scene ringan), dan premarital sex yang dinormalisasi.
Bahasa Kasar Sedang Ada f-word (3x), shit (banyak), bitch, ass, hell, damn, serta penyalahgunaan nama Tuhan.
Alkohol & Obat Sedang Adegan minum alkohol (shots, wine, beer). Ada referensi marijuana/pot.
Kekerasan Rendah Hampir tidak ada kekerasan fisik. Ada scene anak kecil berkelahi (komedi).
Tema Emosional Tinggi Kematian adik karena penyakit genetik (cystic fibrosis) + proses berduka yang sangat emosional. Banyak penonton mengaku menangis sepanjang film.

Kesimpulan untuk Orang Tua:

  • Film ini bukan film anak-anak atau keluarga.
  • Cocok untuk remaja akhir dan dewasa muda yang sudah siap dengan tema seks, bahasa kasar, dan duka cita.
  • Pesan positifnya bagus: tentang pentingnya keluarga, menghargai hidup, dan berani melanjutkan hidup setelah kehilangan.

Rekomendasi:

Kalau kamu suka rom-com seperti Set It Up atau You’ve Got Mail tapi dengan tambahan drama emosional yang lebih dalam (mirip campuran The Fault in Our Stars + rom-com modern), film ini sangat worth watching.

 

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
5.0 ★★★★★

Voicemails for Isabelle bercerita tentang seorang gadis SMA yang sedang berusaha move on dari sahabatnya yang sudah meninggal, dan caranya adalah dengan terus meninggalkan pesan suara di ponsel sahabatnya itu. Dari awal, ceritanya sudah bawa nuansa duka yang cukup dalam, jadi ini bukan tontonan ringan. Menurut saya, konten ini lebih cocok untuk remaja usia 13 tahun ke atas, karena tema kehilangan dan kesedihan yang diangkat cukup kompleks dan mungkin berat dipahami anak di bawah usia itu. Pesan positif yang bisa diambil anak remaja adalah pentingnya proses berduka dan menerima kenyataan, bahwa nggak apa-apa merasa sedih, asal akhirnya bisa bangkit lagi. Sayangnya, dari sisi kekerasan, dialog, dan konten dewasa lainnya, film ini cukup bersih—tidak ada adegan kekerasan, rokok, alkohol, atau seksualitas yang eksplisit. Keberagaman juga tergambar secara natural lewat latar sekolah dan pertemanan. Yang perlu orang tua waspadai adalah atmosfer melankolis yang mendominasi hampir sepanjang cerita. Anak yang sensitif atau sedang mengalami kehilangan mungkin malah terbawa suasana sedih terlalu dalam. Tidak ada bahasa kasar atau adegan tidak pantas, jadi aman dari sisi itu. Kesimpulannya, saya rekomendasikan film ini untuk remaja usia 13 tahun ke atas yang sudah cukup matang secara emosi, dan sebaiknya ditonton sambil ditemani orang tua agar bisa diskusi ringan soal perasaan dan kehilangan.

About Writer