Peaky Blinders: The Immortal Man
Film ini merupakan kelanjutan dari serial Peaky Blinders yang populer, berlatar tahun 1940 di Birmingham saat Perang Dunia II sedang berkecamuk. Tommy Shelby (diperankan oleh Cillian Murphy), pemimpin geng legendaris Peaky Blinders, telah mengasingkan diri dari kehidupan kriminal dan politik setelah berbagai tragedi keluarga. Ia hidup menyendiri, dihantui masa lalu, trauma perang, dan hantu orang-orang yang telah tiada.
Namun, Tommy terpaksa kembali ke Birmingham ketika anaknya yang terasing, Duke Shelby (Barry Keoghan), yang kini memimpin sisa-sisa geng Peaky Blinders, terlibat dalam plot berbahaya yang melibatkan agen Nazi. Plot tersebut terinspirasi dari operasi sejarah nyata (Operation Bernhard), di mana Nazi mencetak uang palsu dalam jumlah besar untuk menghancurkan ekonomi Inggris melalui hiperinflasi. Duke direkrut untuk membantu mendistribusikan uang palsu tersebut, yang mengancam tidak hanya keluarga Shelby, tapi juga kestabilan negara di tengah perang.
Tommy harus menghadapi musuh baru (termasuk karakter antagonis seperti yang diperankan Tim Roth), menyelamatkan anaknya, melindungi warisan keluarga, dan memutuskan apakah ia akan menghadapi masa lalunya atau menghancurkannya sepenuhnya. Film ini penuh dengan elemen khas Peaky Blinders: kekerasan gangster, intrik politik, drama keluarga, dan gaya visual yang stylish dengan topi peaked cap serta soundtrack yang kuat.
Kecocokan dengan Anak / Rating Usia
Film ini sangat tidak cocok untuk anak-anak dan remaja di bawah umur 17 tahun (atau setara dengan rating R di Amerika Serikat, 16+ atau 18+ di beberapa negara termasuk Indonesia berdasarkan konteks Netflix).
Alasan utama:
- Mengandung kekerasan grafis yang intens (tembak-menembak, pembunuhan, pertarungan brutal, adegan perang dan bom selama Blitz).
- Bahasa kasar dan sumpah serapah yang sering muncul.
- Tema dewasa berat: trauma perang (PTSD), bunuh diri, pengkhianatan keluarga, politik fasisme/Nazi, perjudian, perdagangan ilegal, dan elemen kriminalitas ekstrem.
- Ada adegan seksual atau nuansa dewasa (walaupun tidak se-eksplisit film tertentu, tetap ada dalam konteks gangster).
- Atmosfer gelap, mencekam, dan penuh ketegangan psikologis — bukan hiburan ringan.
Cocok hanya untuk penonton dewasa yang sudah familiar dengan serial aslinya (yang juga memiliki rating TV-MA / dewasa). Jika anak atau remaja ingin menonton sesuatu dari universe Peaky Blinders, sebaiknya hindari film ini sepenuhnya dan pertimbangkan konten lain yang lebih ringan.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Peaky Blinders: The Immortal Man ini spin-off yang ceritanya masih seputar keluarga Shelby, tapi fokus ke karakter baru. Sinopsisnya singkat, seorang pria misterius yang terlibat konflik dengan geng di Birmingham tahun 1920-an, penuh intrik dan kekerasan. Jelas banget, konten ini bukan untuk anak-anak. Saya sarankan usia 18+ ke atas, itu pun kalau remaja sudah cukup dewasa secara mental. Pesan positif yang bisa diambil sebenarnya soal loyalitas keluarga dan perjuangan keluar dari lingkaran kemiskinan, tapi sayangnya cara yang ditampilkan kotor banget. Yang perlu orang tua waspadai banyak: kekerasan fisik yang brutal, tembak-menembak, dan adegan perkelahian yang realistis. Lalu merokok dan alkohol jadi pemandangan sehari-hari karakter, bahkan glamorized. Narkoba juga muncul. Dialognya penuh umpatan kasar, bahasa Inggris gaul yang tidak pantas. Adegan seksual ada beberapa, meski tidak terlalu eksplisit tapi sugestif. Keberagaman kurang tergambar, mayoritas kulit putih. Nilai-nilai positif hampir tertutup oleh semua hal negatif ini. Kesimpulan saya, tidak rekomendasikan untuk anak atau remaja di bawah 18 tahun. Orang tua harus benar-benar mendampingi dan diskusikan kenapa kekerasan dan kebiasaan buruk itu tidak patut ditiru.
Belum ada review. Jadilah yang pertama!




