
Community Rating






Sin
Film SIN (2019) adalah film drama romantis Indonesia yang disutradarai oleh Herwin Novianto dan diproduksi oleh Falcon Pictures. Film ini diadaptasi dari novel populer karya Faradita dengan judul yang sama (juga dikenal sebagai SIN: Saat Kekasihmu adalah Kakakmu Sendiri).
Sinopsis Metta Rinjani (diperankan oleh Mawar de Jongh) adalah seorang siswi SMA cantik, pintar, dan hidup dalam kemewahan seorang diri di rumah besar. Ibunya sudah meninggal, dan ayahnya tidak pernah ia kenal secara jelas. Metta tumbuh dengan sikap cuek, sedikit arogan, dan sering terlihat “banyak drama” di mata orang lain. Ia sebenarnya kesepian dan mencari makna hidup di balik fasad ketenangannya.Di sekolah yang sama, ada Raga Angkasa (Bryan Domani), cowok populer yang dikenal sebagai petinju amatir tangguh, cuek, dan anti-drama. Raga membenci cewek-cewek yang ribet dan emosional seperti Metta. Awalnya, keduanya saling benci dan sering bertengkar. Metta justru ingin membuktikan bahwa Raga bukan cowok sehebat yang orang pikirkan, sementara Raga menganggap Metta menyebalkan.Namun, nasib mempertemukan mereka berulang kali dalam situasi tak terduga. Lambat laun, benci berubah menjadi ketertarikan, lalu jatuh cinta yang dalam. Mereka menjalin hubungan diam-diam yang manis, penuh chemistry, dan saling melengkapi. Raga yang keras mulai menunjukkan sisi lembutnya pada Metta, sementara Metta menemukan rasa aman dan dicintai yang selama ini hilang.
Sayangnya, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Keluarga Raga (terutama ayahnya) menentang keras hubungan mereka. Ternyata ada rahasia kelam yang terungkap: Metta dan Raga adalah saudara kandung satu ayah. Raga mengetahui hal ini lebih dulu dari ayahnya, dan itulah mengapa ia tiba-tiba memutuskan hubungan tanpa penjelasan jelas lalu menghilang dari kehidupan Metta.Metta hancur, bingung, dan terus mencari tahu alasan di balik perubahan sikap Raga. Ketika akhirnya rahasia itu terbongkar, Metta dihadapkan pada pilihan sulit: menyerah pada takdir yang kejam ini (karena hubungan sedarah dilarang baik secara agama, hukum, maupun moral), atau memperjuangkan cinta mereka meski itu berarti “berdosa” di mata masyarakat dan keluarga. Konflik semakin rumit dengan munculnya musuh-musuh Raga dari dunia tinju serta tekanan dari lingkungan sekitar yang membuat Metta menjadi sasaran.Film ini mengeksplorasi tema cinta terlarang, pengkhianatan keluarga, pencarian identitas, dan pergulatan batin antara hati dan norma. Ending-nya bittersweet, meninggalkan penonton dengan pertanyaan tentang apa arti “dosa” dalam cinta yang tulus tapi salah secara keturunan.
Kecocokan dengan Tontonan Anak
Sangat tidak cocok untuk anak-anak (usia di bawah 17 tahun atau anak remaja awal yang belum matang secara emosional).Alasan utama:
- Tema utama film adalah cinta sedarah / incest (hubungan romantis antara kakak-adik kandung), yang merupakan topik sensitif, tabu, dan berat secara moral serta psikologis.
- Ada adegan romansa cukup intim (ciuman, pelukan mesra, chemistry fisik), meski tidak eksplisit dewasa.
- Mengandung elemen drama berat: konflik keluarga, pengkhianatan, kesedihan mendalam, kekerasan ringan (dari dunia tinju Raga), dan tekanan psikologis yang bisa membingungkan atau mengganggu anak.
- Rating resmi di Indonesia biasanya 17+ atau Dewasa karena tema tersebut (tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur).
- Bisa menimbulkan pertanyaan rumit atau salah paham tentang hubungan keluarga jika ditonton anak kecil.
Film ini lebih cocok untuk remaja akhir (17+) atau dewasa yang bisa memahami konteks drama romansa terlarang sebagai fiksi, serta bisa mendiskusikan isu moral secara sehat. Jika untuk keluarga, sebaiknya hindari jika ada anak kecil atau remaja yang masih rentan.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Over the Moon
- Film
Moana
- Film
Wreck-It Ralph
Community Rating




