The Other Side

The Other Side

Film Indonesia The Other Side (2022) merupakan adaptasi dari novel populer karya Alya Ranti yang tayang di bioskop pada 17 Maret 2022. Disutradarai oleh Girry Pratama dan dibintangi Davina Karamoy (sebagai Alea), Sandy Pradana (Revo), Bryan Andrew (Reynand), serta beberapa pemain lain seperti Pamela Bowie, Emyrrazan, dan Cathy Fakandi.Sinopsis SingkatAlea, seorang remaja perempuan berusia 16 tahun, memutuskan pindah dari Jakarta ke Bandung untuk melupakan trauma masa lalunya. Mantan pacarnya, Reynand, ternyata berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, sehingga membuat Alea sangat terluka dan ingin memulai hidup baru.Di Bandung, Alea masuk ke SMA Gempita dan sengaja bergabung dengan OSIS agar lebih sibuk serta bisa move on. Di hari pertama proses penerimaan OSIS, Alea yang terburu-buru menabrak Revo, wakil ketua OSIS yang wajah dan sikapnya sangat mengingatkannya pada Reynand. Dari sini mulai muncul dinamika rumit: persahabatan baru, konflik di lingkungan OSIS, perundungan (bullying), kisah cinta segitiga yang complicated, serta perjuangan Alea menghadapi luka batin dan kesehatan mentalnya.Film ini mengangkat tema remaja SMA seperti cinta pertama, persahabatan, pengkhianatan, bullying di sekolah, serta isu kesehatan mental yang cukup dalam untuk genre drama remaja.Kecocokan untuk Tontonan AnakTidak terlalu cocok untuk anak kecil (di bawah 13 tahun) dan lebih pas untuk remaja usia SMA atau di atas 13–14 tahun.Alasan:

  • Klasifikasi sensor resmi: 13+ (ada tema dewasa ringan seperti perselingkuhan, patah hati berat, bullying, dan kesehatan mental/depresi).
  • Ada adegan emosional cukup intens (sakit hati, konflik pertemanan yang menyakitkan, dan diskusi tentang mental health).
  • Durasi panjang (sekitar 2 jam 14 menit) dengan alur drama yang lambat dan banyak dialog emosional, sehingga anak kecil kemungkinan besar akan bosan.
  • Tidak ada unsur kekerasan fisik berat, horor, atau adegan dewasa eksplisit, tapi tetap mengandung elemen drama remaja yang agak berat (pengkhianatan sahabat, move on dari hubungan toxic).

Rekomendasi: Cocok untuk anak/remaja usia SMP akhir hingga SMA yang sedang suka cerita cinta rumit ala film remaja Indonesia (mirip Dear Nathan, Dilan, atau Mariposa). Untuk anak di bawah 13 tahun, sebaiknya ditunda atau ditonton bersama orang tua sambil didiskusikan tema-temanya.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
4.0 ★★★★★

Film 'The Other Side' bercerita tentang dua remaja, satu dari keluarga kaya dan satu lagi dari keluarga sederhana, yang awalnya bermusuhan lalu perlahan-lahan saling memahami setelah dipaksa bekerja sama dalam proyek sekolah. Ceritanya cukup realistis, tidak terlalu dramatis, dan bisa relate dengan keseharian anak remaja. Cocok untuk anak usia 12 tahun ke atas. Pesan positifnya kuat: pentingnya kerja sama, tidak menghakimi orang dari penampilan atau latar belakang, dan bahwa persahabatan bisa muncul dari tempat yang tidak terduga. Anak-anak bisa belajar tentang empati dan usaha untuk melihat sisi lain dari setiap orang. Tapi ada beberapa hal yang perlu orang tua waspadai. Ada adegan perkelahian ringan antara dua karakter utama, meski tidak berdarah. Beberapa dialog agak kasar seperti 'dasar bodoh' dan 'sinting', tapi frekuensinya rendah. Ada juga adegan anak merokok di salah satu scene, tapi tidak digambarkan sebagai hal yang keren. Tidak ada konten seksual atau alkohol sama sekali. Keberagaman sosial ekonomi ditampilkan dengan cukup baik, tanpa stereotip yang terlalu kaku. Secara keseluruhan, 'The Other Side' adalah tontonan yang aman dan edukatif untuk remaja. Saya rekomendasikan dengan catatan dampingi anak saat menonton, terutama untuk diskusi tentang adegan merokok dan perkelahian.

About Writer