Ipar adalah Maut

Ipar adalah Maut

Sinopsis Film “Ipar adalah Maut”
Film drama Indonesia tahun 2024 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini diadaptasi dari kisah nyata viral di TikTok karya Elizasifaa. Cerita berpusat pada Nisa (Michelle Ziudith), seorang istri yang awalnya menjalani rumah tangga harmonis bersama suaminya, Aris (Deva Mahenra), dan anak perempuan mereka. Kehidupan mereka tampak bahagia dan taat beragama.Namun, segalanya berubah ketika adik kandung Nisa, Rani (Davina Karamoy), tinggal bersama mereka (karena alasan kuliah atau kebutuhan keluarga). Kedekatan Aris dan Rani yang awalnya biasa perlahan berubah menjadi hubungan terlarang. Aris mulai cuek dan dingin terhadap Nisa, sementara perselingkuhan mereka berlangsung diam-diam. Nisa yang curiga akhirnya menyelidiki dan menemukan pengkhianatan terbesar dari orang terdekatnya sendiri—suami dan adik kandungnya. Film ini menggambarkan kehancuran rumah tangga akibat godaan dan pengkhianatan dalam keluarga, dengan emosi yang intens serta konflik moral yang mendalam.Kecocokan untuk Tontonan AnakTidak cocok sama sekali untuk anak-anak atau remaja di bawah umur tertentu.Film ini mendapatkan rating usia 13+ dari Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, tapi banyak penonton dan kritikus protes karena dianggap seharusnya 17+ atau bahkan lebih dewasa. Alasannya:

  • Mengandung tema perselingkuhan, pengkhianatan keluarga, dan hubungan terlarang yang sangat sensitif.
  • Ada adegan intim/dewasa (seperti adegan di ranjang meski tidak eksplisit telanjang, tapi cukup jelas menggambarkan hubungan suami-istri atau selingkuhan).
  • Emosi yang berat, pertengkaran intens, dan dampak psikologis dari kehancuran rumah tangga bisa membingungkan atau mengganggu mental anak.

Banyak laporan penonton di bioskop yang kesal melihat orang tua membawa anak kecil (bahkan TK/SD) menonton, karena cerita dan visualnya tidak pantas untuk usia dini. Film ini lebih cocok untuk penonton dewasa yang bisa memahami isu rumah tangga, moral, dan konsekuensi perselingkuhan.Jadi, kalau untuk anak, sangat tidak direkomendasikan — lebih baik pilih film keluarga, animasi, atau konten ringan lainnya.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

Film 'Ipar adalah Maut' bercerita tentang rumah tangga yang hancur karena perselingkuhan suami dengan adik ipar sendiri. Cerita dimulai dari kehidupan pernikahan yang tampak bahagia, lalu perlahan-lahan memperlihatkan kehancuran akibat pengkhianatan. Jujur, film ini jelas bukan untuk anak-anak. Saran saya, usia minimal 17 tahun ke atas, itu pun dengan pendampingan orang tua. Adegan dewasa dan konflik rumah tangga yang kompleks terlalu berat untuk dipahami anak di bawah umur. Pesan positif yang bisa diambil sebenarnya soal pentingnya kejujuran dan komitmen dalam pernikahan, tapi itu lebih relevan untuk penonton dewasa. Yang perlu orang tua waspadai: ada adegan intim yang cukup eksplisit (meski tidak vulgar), bahasa kasar yang lumayan sering, serta penggambaran konflik emosional yang intens. Tidak ada kekerasan fisik yang brutal, tapi kekerasan emosionalnya kental. Tidak ada merokok, alkohol, atau narkoba yang ditonjolkan. Keberagaman kurang terlihat di sini karena cerita fokus pada satu kelompok etnis. Kesimpulannya, film ini tidak saya rekomendasikan untuk anak-anak atau remaja. Untuk orang dewasa yang dewasa secara emosional, film ini bisa jadi tontonan yang menghibur sekaligus memberikan pelajaran tentang bahaya perselingkuhan.

About Writer