Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Di Bawah Umur

Sinopsis Panjang Film “Di Bawah Umur” (2020)
Di Bawah Umur adalah film drama romansa remaja Indonesia yang disutradarai oleh Emil Heradi, diadaptasi dari novel populer karya Erisca Febriani. Film ini tayang perdana di platform streaming Disney+ Hotstar pada 13 November 2020 dan dibintangi oleh Angga Yunanda sebagai Aryo, Yoriko Angeline sebagai Lana, serta Shenina Cinnamon, Amel Carla, Naufal Samudra, dan aktor senior seperti Surya Saputra serta Greesella Adhalia.Cerita berpusat pada Aryo, seorang siswa SMA yang dikenal sebagai anak nakal, suka bikin rusuh, playboy, dan sering bikin para cewek “baper”. Meski begitu, dia sebenarnya punya sisi baik: setia pada sahabat, sangat berbakti pada ibunya, dan tampil apa adanya tanpa banyak basa-basi. Kehidupan sekolahnya yang penuh kenakalan berubah ketika datang seorang siswi baru bernama Lana, gadis cantik, polos, berbudaya, dan berasal dari keluarga yang lebih konservatif.Aryo langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Lana. Dia berusaha mendekati Lana dengan berbagai cara, mulai dari perhatian kecil hingga usaha yang cukup agresif (bahkan ada momen yang bisa dianggap “stalker-ish” menurut beberapa penonton). Namun, Lana awalnya ragu dan tidak berani membalas perasaan Aryo, salah satunya karena tekanan dari keluarga serta perbedaan karakter mereka yang sangat kontras.Konflik semakin rumit ketika muncul Naya (sahabat dekat Aryo) yang tiba-tiba dikabarkan hamil di luar nikah, dan Aryo dituduh sebagai penyebabnya. Tuduhan ini membuat hubungan Aryo dengan Lana retak, Lana kecewa berat, dan Aryo harus menghadapi berbagai prasangka dari teman-teman sekolah serta keluarganya sendiri. Di sisi lain, ada juga subplot tentang pasangan lain di sekolah (termasuk adegan intim di kamar mandi sekolah) yang memperlihatkan sisi gelap pergaulan bebas remaja.Sepanjang cerita, film ini menyoroti berbagai isu sensitif remaja seperti:

  • Pergaulan bebas di kalangan pelajar SMA
  • Hubungan seksual di bawah umur
  • Kehamilan tidak diinginkan di luar nikah
  • Konflik keluarga, tekanan sosial, dan stigma masyarakat
  • Proses pendewasaan diri (coming of age) di tengah godaan dan kesalahan

Film dibuka dengan adegan dramatis orang tua yang marah karena anak perempuannya hamil di luar nikah, dan tema ini terus berulang sebagai pengingat keras akan konsekuensi perbuatan. Akhir cerita membawa plot twist terkait tuduhan terhadap Aryo, serta pesan moral tentang pentingnya memilih pergaulan yang sehat, tanggung jawab dalam hubungan, dan belajar dari kesalahan di usia muda.Kecocokan sebagai Tontonan AnakFilm Di Bawah Umur secara resmi diklasifikasikan 17+ oleh Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia dan mendapatkan rating TV-14 di beberapa platform internasional. Artinya, film ini tidak cocok untuk anak-anak atau remaja di bawah usia 17 tahun, terutama sebagai tontonan sendirian tanpa pendampingan orang dewasa.Alasan utama tidak cocok untuk anak kecil / usia SMP ke bawah:

  • Mengandung tema kehamilan di luar nikah yang dibahas secara cukup frontal (meski tidak terlalu eksplisit secara visual)
  • Ada adegan yang menggambarkan hubungan intim remaja (termasuk adegan di kamar mandi sekolah)
  • Bahasa dan dialog yang cukup vulgar di beberapa bagian
  • Isu kenakalan remaja seperti pergaulan bebas, seks pra-nikah, dan konsekuensinya yang berat
  • Beberapa adegan emosional yang cukup intens (pertengkaran keluarga, tuduhan, stigma sosial)

Film ini justru lebih ditujukan sebagai edukasi untuk remaja akhir SMA atau usia 17 tahun ke atas, karena ingin menyampaikan pesan pencegahan: “Jangan sampai terjadi di kehidupan nyata.” Banyak review menyebut film ini sebagai pengingat keras akan bahaya pergaulan bebas di usia muda, mirip dengan film Dua Garis Biru (2019), tapi dengan pendekatan yang lebih ringan dan berfokus pada romansa remaja.Kesimpulan:

  • Cocok untuk: Remaja 17+ atau dewasa muda yang ingin melihat realita kehidupan SMA dengan segala konsekuensinya, sambil mengambil pelajaran.
  • Tidak cocok untuk: Anak-anak, pra-remaja, atau siswa SMP tanpa diskusi mendalam dengan orang tua.

Jika kamu ingin tontonan yang lebih aman dan ringan untuk anak/remaja, lebih baik pilih film dengan rating SU atau 13+ yang lebih fokus pada petualangan, persahabatan, atau coming of age tanpa unsur sensitif berat seperti di atas.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank