JADI TUH BARANG

JADI TUH BARANG

Film “Jadi Tuh Barang” merupakan komedi romantis produksi Indonesia yang disutradarai Kemal Palevi dan tayang di bioskop sejak 18 September 2025. Cerita mengikuti perjuangan tiga sahabat—Bonar (Oki Rengga), Awang (Dicky Difie), dan Wongso (Steven Wongso)—yang sedang berada di titik terendah hidup mereka. Bonar baru saja diputuskan oleh pacarnya, Cantika (Beby Tsabina), karena dianggap tidak serius, sambil menghadapi tekanan keluarga untuk segera menikah akibat ayahnya yang sakit. Ketiganya, yang mengalami kesulitan finansial sebagai perantau di Jakarta, menerima tawaran aneh menjadi pawang hujan—pekerjaan mistis yang penuh absurditas—untuk bertahan hidup. Melalui petualangan kocak ini, film menyisipkan elemen persahabatan, kritik sosial tentang sulitnya mencari kerja bagi anak muda, serta dinamika percintaan, dengan humor segar dari para komika.

Mengenai kecocokan sebagai tontonan anak, film ini kurang sesuai untuk anak-anak di bawah usia remaja karena mengandung tema dewasa seperti putus cinta, tekanan pernikahan, dan kritik sosial yang lebih relevan bagi pemuda dewasa. Humor absurd dan elemen mistis mungkin menghibur, tapi narasi keseluruhan lebih ditujukan untuk penonton remaja akhir atau dewasa yang bisa merasakan realita perjuangan hidup.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

Film JADI TUH BARANG ini sebenarnya tentang sekelompok anak muda yang nemuin barang misterius dan malah bikin mereka terlibat masalah besar. Ceritanya seru sih, tapi ada adegan kejar-kejaran dan perkelahian yang cukup keras buat anak di bawah 13 tahun. Kalau ditanya cocok untuk usia berapa, saya rasa 15 tahun ke atas lebih aman, karena dialognya juga kadang pakai bahasa yang agak kasar—kayak umpatan ringan gitu. Pesan positifnya jelas: pentingnya kerja sama dan tanggung jawab atas pilihan. Tapi orang tua perlu waspada sama adegan kekerasan fisik, ada beberapa yang agak brutal, dan juga ada scene merokok yang ditampilkan tanpa kritik. Nggak ada adegan seksual atau narkoba, jadi itu nilai plus. Dari segi keberagaman, karakternya cukup beragam tapi belum terlalu dalam. Intinya, kalau anak Anda sudah remaja dan bisa bedain mana yang baik dan buruk, film ini bisa jadi bahan diskusi. Tapi untuk anak di bawah 13, saya sarankan skip dulu.

About Writer