Dead Island 2
“Dead Island 2”: Deskripsi Permainan dan Peringatan Keras untuk Pemain Anak-Anak
“Dead Island 2” adalah permainan video aksi peran (RPG) dengan sudut pandang orang pertama yang membawa pemain ke tengah wabah zombi di Los Angeles, atau yang dijuluki “HELL-A”. Dikembangkan oleh Dambuster Studios dan diterbitkan oleh Deep Silver, game ini menempatkan pemain sebagai salah satu dari enam karakter unik yang kebal terhadap virus zombi. Misi utamanya adalah untuk bertahan hidup, mengungkap kebenaran di balik wabah, dan mungkin menemukan cara untuk menyelamatkan dunia.
Permainan ini menonjolkan pertempuran jarak dekat yang brutal dan penuh darah. Pemain akan menggunakan berbagai macam senjata, mulai dari senjata api hingga benda-benda sehari-hari yang dimodifikasi secara kreatif untuk memotong, membakar, dan menghancurkan gerombolan mayat hidup dengan detail grafis yang sangat eksplisit. Selain itu, “Dead Island 2” juga menyuntikkan elemen humor gelap dan satire terhadap gaya hidup mewah di Los Angeles.
Kecocokan dengan Anak: Sangat Tidak Direkomendasikan
Berdasarkan konten dan peringkat usianya, “Dead Island 2” sama sekali tidak cocok untuk anak-anak. Berikut adalah beberapa alasan utamanya:
-
Peringkat Usia Dewasa: Lembaga rating permainan video terkemuka seperti Entertainment Software Rating Board (ESRB) memberikan peringkat “Mature 17+” (Dewasa 17 tahun ke atas) untuk “Dead Island 2”. Peringkat ini secara spesifik ditujukan untuk konten yang tidak pantas bagi anak di bawah umur.
-
Kekerasan Ekstrem dan Darah Kental (Intense Violence and Blood and Gore): Ini adalah aspek paling menonjol dari permainan. “Dead Island 2” secara gamblang menampilkan adegan pemotongan anggota tubuh, penghancuran kepala, dan semburan darah yang masif. Sistem “FLESH” (Fully Locational Evisceration System for Humanoids) yang diusung game ini memungkinkan pemain untuk melukai dan mencabik-cabik zombi secara realistis dan mengerikan.
-
Bahasa Kasar (Strong Language): Dialog dalam game ini dipenuhi dengan kata-kata umpatan dan bahasa kasar yang tidak pantas didengar oleh anak-anak.
-
Tema Dewasa Lainnya (Suggestive Themes, Use of Drugs): Permainan ini juga mengandung tema-tema yang bersifat sugestif dan referensi penggunaan obat-obatan terlarang, yang semakin mempertegas ketidakcocokannya untuk audiens yang lebih muda.
Para pengembang sendiri secara eksplisit menyatakan bahwa konten dalam “Dead Island 2” mungkin tidak pantas untuk semua usia dan mencakup “Kekerasan atau Darah yang Intens, Tema Sugestif, Bahasa Kasar, Penggunaan Narkoba, dan Konten Dewasa Umum.”
Kesimpulan
Meskipun “Dead Island 2” menawarkan pengalaman bermain yang seru dan menegangkan bagi para pemain dewasa yang menyukai genre horor dan aksi, kontennya yang sangat grafis dan dewasa membuatnya menjadi pilihan yang sangat tidak bijaksana untuk anak-anak. Orang tua sangat dianjurkan untuk mematuhi peringkat usia yang telah ditetapkan dan mencari alternatif permainan lain yang lebih sesuai dengan usia dan tingkat kedewasaan anak mereka.
Dead Island 2 adalah game aksi horor yang mengambil tempat di Los Angeles yang kena wabah zombie. Kita ikut cerita beberapa karakter yang selamat dan berusaha kabur dari kota yang penuh mayat hidup. Sejujurnya, game ini sama sekali nggak cocok buat anak-anak, bahkan remaja di bawah 17 tahun sekalipun. Isinya penuh kekerasan eksplisit, darah berceceran, dan anggota tubuh yang copot. Pesan positifnya tipis banget, paling-paling soal kerja sama untuk bertahan hidup. Tapi itu nggak sebanding dengan yang harus orang tua waspadai. Kekerasannya brutal banget, mulai dari pukul, tendang, sampai potong tubuh zombie pakai berbagai senjata tajam. Dialognya kasar, banyak sumpah serapah seperti 'f**k' dan 's**t'. Ada juga alkohol dan narkoba sebagai item yang bisa dipakai karakter, meski nggak glamor. Adegan seksual nggak ada, tapi pakaian karakter kadang minim. Keberagaman cukup oke dengan karakter dari berbagai latar. Intinya, Dead Island 2 adalah game dewasa murni. Saya nggak rekomendasikan buat anak di bawah 18 tahun. Kalau orang tua tetap ngizinin, harus dampingi ketat dan diskusikan bedanya game dengan realita.




